Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan secara Online di Aplikasi JMO

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan secara Online di Aplikasi JMO
Kartu BPJS Ketenagakerjaan. (Dok. Istimewa)

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan sekarang sudah dapat dilakukan di aplikasi JMO. Dengan ini, Anda bisa klaim BPJS Ketenagakerjaan tanpa perlu datang ke kantor BPJS.

BPJS Ketenagakerjaan adalah sebuah lembaga yang menyediakan berbagai program jaminan sosial bagi tenaga kerja di Indonesia.

Program ini diantaranya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP).

Melalui program-program ini, BPJS Ketenagakerjaan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peserta dan memberikan perlindungan bagi tenaga kerja.

Proses pencairan BPJS Ketenagakerjaan kini bisa semakin mudah dan praktis dengan adanya aplikasi JMO. Dengan aplikasi ini, peserta dapat mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan langsung dari ponsel mereka.

Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan

Sebelum melakukan pencairan, Anda perlu mengetahui persyaratan yang harus dipenuhi, berbagai persyaratan perlu dipersiapkan berdasarkan persentase pencairan.

Adapun persyaratan pencairan BPJS Ketenagakerjaan diantaranya:

Pencairan 10%

  • Terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan minimal 10 tahun.
  • Masih bekerja di perusahaan.
  • Kartu BPJS TK/Jamsostek asli dan fotokopi.
  • KTP atau Paspor asli dan fotokopi.
  • Kartu Keluarga (KK) asli dan fotokopi.
  • Buku rekening tabungan asli dan fotokopi.
  • NPWP (jika klaim lebih dari Rp50 juta).
  • Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.

Pencairan 30%

  • Persyaratan sama dengan pencairan 10%.
  • Tambahan dokumen perumahan asli dan fotokopi.

Pencairan 100%

  • Kartu BPJS asli dan fotokopi.
  • KTP atau Paspor asli dan fotokopi.
  • Kartu Keluarga (KK) asli dan fotokopi.
  • Surat Keterangan Berhenti Bekerja atau Paklaring.
  • Buku rekening bank asli dan fotokopi.
  • Pas foto terbaru ukuran 3×4 dan 4×6 (4 lembar).
  • Surat keterangan pengunduran diri dari perusahaan ke dinas tenaga kerja dan transmigrasi.
  • Akta penetapan PHK dari Pengadilan Hubungan Industrial (jika PHK).
  • Email dari HRD perusahaan terakhir (jika diperlukan).
  • NPWP asli dan fotokopi (jika klaim lebih dari Rp50 juta).

Di samping itu, peserta yang ingin melakukan klaim saldo BPJS Ketenagakerjaan juga harus memenuhi beberapa kriteria berikut:

  • Mencapai usia pensiun 56 tahun.
  • Mengundurkan diri dari pekerjaan.
  • Mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
  • Kepesertaan minimal 10 tahun untuk pengambilan sebagian (10% atau 30%).
  • Mencapai usia pensiun sesuai Perjanjian Kerja Bersama (PKB) perusahaan.
  • Memiliki Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan di Aplikasi JMO

Klaim BPJS Ketenagakerjaan bisa dilakukan tanpa datang langsung ke kantor BPJS melalui aplikasi JMO. Adapun langkah-langkah klaimnya bisa dilakukan dengan cara berikut:

  1. Unduh dan buka aplikasi JMO di ponsel Anda.
  2. Daftar akun baru jika belum memiliki akun atau masuk jika sudah memiliki akun.
  3. Di menu utama, pilih opsi ‘Jaminan Hari Tua’.
  4. Tekan tombol untuk memulai klaim.
  5. Pastikan Anda memenuhi syarat pencairan. Jika ya, akan ada centang hijau pada layar.
  6. Pilih alasan klaim dan lanjutkan.
  7. Pastikan data Anda benar sebelum melanjutkan.
  8. Ambil selfie sesuai petunjuk di layar.
  9. Isi NPWP dan nomor rekening yang aktif jika diperlukan.
  10. Setelah yakin data benar, konfirmasi untuk diproses.
  11. Tunggu proses verifikasi selesai.
  12. Pantau status klaim di menu ‘Tracking Klaim’ di aplikasi JMO.
  13. Proses ini biasanya memakan waktu 1 hingga 2 minggu.

Selain melalui aplikasi JMO, peserta yang ingin mengklaim saldo BPJS Ketenagakerjaan dapat melakukannya melalui website resmi lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat dengan mudah mencairkan saldo JHT mereka melalui aplikasi JMO di HP mereka.